Publikasi Buku

Cara Menulis Novel

Cara Menulis Novel

Cara Menulis Novel. Untuk menghasilkan novel yang baik, menarik, dan dapat diterima oleh pembaca, penulis perlu memahami cara menulis novel yang tepat. Meskipun menulis novel dianggap umum dilakukan oleh para penulis, bagi penulis pemula, penting untuk mempelajari langkah-langkah dasar dan detailnya

Ketika membaca sebuah novel yang menarik, kita sering kali terpesona oleh kekuatan cerita yang mampu mengangkat kita ke dunia yang baru, memperkenalkan karakter yang hidup, dan menghadirkan konflik yang memikat hati. Namun, di balik setiap novel yang menarik itu ada seorang penulis yang berbakat, yang mampu menggali imajinasinya dan mengolah kata-kata menjadi karya sastra yang memukau.

Menulis novel adalah sebuah perjalanan yang penuh tantangan, tetapi juga penuh dengan potensi kreativitas dan kepuasan. Bagi banyak orang, impian untuk menulis novel sering kali tampak seperti sesuatu yang jauh dari jangkauan, seperti gunung yang tinggi dan tak tergapai. Namun, dengan panduan yang tepat dan semangat yang kuat, siapa pun dapat memulai perjalanan menulis mereka sendiri dan mewujudkan impian tersebut.

Baca Juga : Cara Menerbitkan Novel Gratis

Apa Itu Novel?

Cara Menulis Novel

Sebelum mempelajari cara menulis novel, penting untuk memahami apa itu novel.

Novel adalah sebuah karya sastra yang ditulis dalam bentuk prosa naratif yang panjang. Sebagai salah satu genre sastra yang paling populer, novel menawarkan pengalaman membaca yang mendalam dan melibatkan pembaca dalam cerita yang kompleks dan mendalam. Novel memiliki ciri khasnya sendiri, seperti adanya plot yang terstruktur dengan baik, karakter yang kompleks, penggambaran setting yang detail, dan tema yang mendalam.

Novel sering kali digunakan sebagai sarana untuk menceritakan kisah fiksi yang beragam, termasuk kisah-kisah tentang kehidupan, cinta, petualangan, fantasi, sejarah, dan banyak lagi. Selain itu, novel juga dapat berfungsi sebagai alat untuk menggambarkan dan mengkritik masyarakat serta masalah sosial yang ada.

Seiring berjalannya waktu, novel telah mengalami perkembangan yang signifikan. Dalam beberapa dekade terakhir, muncul berbagai jenis novel, seperti novel roman, novel detektif, novel ilmiah, dan novel fantasi. Perkembangan teknologi juga mempengaruhi bentuk novel, dengan munculnya novel digital dan audiobook yang memudahkan aksesibilitas dan pengalaman membaca.

Novel juga sering menjadi media ekspresi bagi penulis untuk menyampaikan pemikiran, gagasan, dan pandangan mereka terhadap dunia. Banyak novel yang dianggap sebagai karya sastra yang menginspirasi dan mempengaruhi pembaca, serta menghadirkan perspektif baru terhadap kehidupan.

Publikasikan Novel Anda Bersama Kami. Konsultasikan Segera dan Dapatkan Potongan 10% khusus tanggal 1 – 10 bulan November!!!

Cara Menulis Novel untuk Pemula

Nah, berikut ini kami paparkan secara lengkat tentang cara menulis novel untuk pemula

1. Rumuskan Ide Utama Cerita

Untuk dapat menulis novel dengan baik, terutama bagi penulis pemula, langkah pertama yang harus diambil adalah menentukan genre cerita yang akan diangkat dalam karya sastra berbentuk novel. Setelah itu, penulis dapat melanjutkan dengan langkah merumuskan ide utama. Pada tahap ini, penulis perlu menghasilkan berbagai ide alternatif terlebih dahulu.

Selanjutnya, penulis harus memulai proses menulis novel dengan mengembangkan dan memilih ide-ide yang muncul dalam pikiran. Dari berbagai ide tersebut, salah satunya harus dirumuskan dalam satu kalimat yang memiliki struktur lengkap, agar memudahkan dalam penyortiran. Namun, tidak semua ide dapat diubah menjadi cerita, sehingga seleksi menjadi hal yang penting.

Tidak harus ide utama cerita bersifat orisinal. Penulis dapat menggunakan ide cerita yang telah ada sebelumnya, seperti genre cerita tentang percintaan, persahabatan, kekeluargaan, pembunuhan, dan sebagainya. Namun, penulis perlu menentukan tema yang lebih spesifik, misalnya mengangkat kisah seorang anak saudagar yang menjalin kasih dengan pedagang biasa, atau tema lainnya.

Ketika penulis menghadapi kesulitan dalam mencari ide, dapat mengambil inspirasi dari membaca novel atau buku yang terkait dengan ide yang telah muncul dalam pikiran. Dengan membaca, penulis bisa mendapatkan inspirasi dan mengembangkan ide utama cerita yang akan ditulis.

Selain menentukan ide dan tema cerita, cara menulis novel juga harus menentukan tujuan penulisan. Hal ini penting karena ketika menulis cerita pendek, cerita bersambung, novel, dan sejenisnya, terdapat banyak tema yang dapat dipilih. Oleh karena itu, penulis harus memahami alasan di balik pemilihan tema tersebut dan tujuan tulisan untuk pembaca.

2. Tentukan Genre Cerita

Sebelum memulai proses menulis novel, terdapat berbagai macam genre cerita yang dapat diangkat. Penulis perlu menyesuaikan tema yang dipilih, ide utama novel, dan juga genre yang sesuai. Biasanya, penulis populer cenderung fokus pada satu genre tertentu dalam penulisan mereka.

Namun, bagi pemula atau penulis lainnya, cara menulis novel dapat dimulai dengan mencakup berbagai macam genre dalam satu novel, asalkan tetap berhubungan dengan ide utama yang dipilih. Pentingnya memilih genre ini adalah untuk memastikan bahwa novel menarik minat dan mengesankan para pembaca. Terdapat berbagai macam genre yang dapat dipilih, seperti roman, misteri, horor, fantasi, dan masih banyak lagi.

Dalam menulis novel, tidak semua karya akan dianggap sebagai karya yang sempurna. Namun, penulis dapat mulai memperbaiki novelnya sejak tahap pemilihan dan penentuan genre cerita. Cara menentukan genre juga dapat dilakukan dengan mencari inspirasi dari membaca novel-novel yang disukai, sehingga penulis dapat memahami tujuan di balik pemilihan genre dalam novel tersebut.

Jika penulis masih bingung dalam cara menulis novel dari tahap menentukan genre, sebenarnya tidak perlu menjadi masalah besar. Penulis dapat terus melakukan riset dan eksplorasi melalui membaca sebanyak mungkin. Membaca novel-novel dengan genre yang berbeda dapat memberikan inspirasi untuk menulis novel sendiri, seperti novel fiksi ilmiah, fantasi, thriller, atau genre lainnya yang umum dan memiliki cerita yang luas.

Penulis juga dapat menentukan genre berdasarkan fokus atau ide yang muncul sejak awal, dan kemudian mengembangkannya dengan mencari ide utama untuk novel tersebut. Dengan memilih genre tertentu, penulis dapat melanjutkan proses menulis novel dengan menentukan elemen atau unsur penting lainnya yang sesuai dengan genre yang dipilih.

3. Tentukan Target Pembaca

Langkah selanjutnya dalam cara menulis novel adalah menentukan target pembaca atau mengenali audiens. Sebelum memulai proses penulisan novel atau membangun cerita, penulis perlu memahami audiens yang akan menjadi targetnya. Apa rentang usia pembaca yang diinginkan?

Jika cara tersebut masih terlalu luas, penulis dapat mempersempitnya lebih lanjut. Misalnya, penulis dapat menargetkan pembaca berusia antara 20 hingga 25 tahun, yaitu kelompok usia dewasa yang memiliki minat dalam genre cerita roman atau romantis. Dengan demikian, penulis dapat menulis cerita yang relevan dengan kehidupan orang dewasa pada rentang usia tersebut.

Menetapkan target pembaca sebelum memulai proses menulis sangatlah penting. Ini dilakukan karena ada alasan tertentu. Kadang-kadang, di tengah perjalanan penulisan, seorang penulis mungkin merubah konsep ceritanya ketika ia tidak tahu dengan pasti siapa calon pembaca yang akan membacanya dan seperti apa preferensi mereka. Namun, ketika penulis sudah mengetahui target pembaca, ia akan lebih lancar dalam menulis cerita.

Selain itu, penulis juga harus menghindari gaya menulis yang terkesan seperti berpidato. Hal ini akan memastikan tulisan mengalir secara alami dalam cerita dan tidak menimbulkan kebosanan bagi pembaca saat membacanya.

4. Buat Alternatif Ide

Meskipun memiliki ide utama yang solid, sangat dianjurkan bagi penulis untuk mulai membuat alternatif ide lainnya. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan penulis mengalami kebuntuan ide atau kehilangan pengembangan cerita yang lebih matang. Namun, perlu diingat bahwa alternatif ide tersebut hanya bersifat pilihan.

Selain itu, alternatif ide dalam menulis novel juga harus tetap terkait dengan ide utama dan masih relevan dengan genre serta tema yang telah ditetapkan oleh penulis sejak awal. Dengan begitu, ketika penulis mengalami kebuntuan, alternatif ide tersebut dapat digunakan sebagai penambalan atau membantu dalam mengembangkan ide. Jika diperlukan perubahan, penulis tidak perlu mengganti seluruh cerita dari awal, melainkan hanya melakukan penyesuaian yang diperlukan.

5. Buat Judul yang Menarik

Cara menulis novel yang lainnya adalah penulis harus mampu membuat judul yang menarik. Dalam membuat judul yang menarik ini, ada berbagai aspek yang harus diperhatikan oleh penulis untuk memulai merangkai judul yang baik dan juga mampu menarik pembaca untuk membaca novel yang ditulis.

Di bawah ini akan dijelaskan singkat mengenai hal apa saja yang bisa dilakukan agar judul novel yang dibuat menarik.

  • Membuat judul yang unik dan berbeda dari yang lain menjadi penting bagi seorang penulis. Dalam hal ini, penulis harus mengembangkan judul cerita yang terdengar segar dan tidak konvensional. Dengan melakukan ini, akan muncul daya tarik yang lebih besar bagi pembaca, karena mereka tertarik pada judul yang memikat dan berbeda.
  • Judul yang provokatif. Selain harus memiliki keunikan, judul novel juga perlu memancing perhatian. Mengapa demikian? Ternyata, judul yang menantang dan dianggap aneh sering kali lebih berhasil menarik minat pembaca daripada judul yang sederhana dan terlalu formal. Di Indonesia, banyak sekali judul provokatif yang telah dipilih, yang dapat menjadi sumber inspirasi.
  • Judul yang bombastis. Selain harus memiliki keunikan dan kemampuan untuk memprovokasi, penulis juga perlu memiliki keterampilan dalam menciptakan judul yang mencolok. Hal ini penting dilakukan karena pembaca memiliki preferensi yang beragam, sehingga ketika judulnya mencolok, pembaca dengan minat yang berbeda akan tertarik pada judul penulis yang menarik tersebut karena ingin tahu isi ceritanya.
  • Judul harus memiliki ‘tenaga’. Judul novel yang dinamis dan penuh energi memiliki potensi untuk membuat bukunya sukses di pasaran. Keaktifan dan keberdayaan yang terpancar dari judul ini menjadi sumber kekuatan bagi ide-ide yang ada dalam isi buku, karena pembaca akan terstimulasi hanya dengan membaca buku tersebut.
  • Menandakan inti cerita. Salah satu strategi yang sering digunakan oleh penulis adalah dengan mencantumkan inti cerita dalam judul novel. Dengan cara ini, judul mencerminkan esensi cerita, memberikan penulis pemahaman yang jelas tentang maksud dan tujuan penulisan buku tersebut. Hal ini membuat pembaca tidak ragu saat membeli atau membaca buku tersebut.

6. Tentukan Tokoh Utama

Penokohan dalam novel memiliki peran yang sangat penting. Saat menulis novel, penting bagi penulis untuk melakukan pemilihan tokoh utama dengan hati-hati dan memberikan karakter yang konsisten. Meskipun dalam beberapa novel tokoh protagonis sering kali menjadi tokoh yang paling penting, jika Anda ingin buku Anda menarik minat pembaca, ada baiknya untuk melanggar kebiasaan tersebut.

Anda dapat menciptakan tokoh utama yang memiliki kepribadian dan pemikiran yang menonjol, sehingga pembaca akan selalu tertarik dan penasaran dengan perkembangan cerita. Sebagai penulis, Anda memiliki kebebasan untuk menciptakan lebih dari satu karakter protagonis jika itu mendukung alur cerita Anda.

Ketika menciptakan tokoh antagonis yang bertentangan dengan tokoh protagonis, upayakan untuk membuatnya memiliki dimensi yang kaya sehingga mudah dipahami oleh pembaca, meskipun mereka memiliki sifat yang jahat. Tokoh-tokoh sekunder dapat dipilih dengan hati-hati dan meskipun tidak perlu digambarkan secara rinci, tetaplah masuk akal dalam konteks cerita yang Anda bangun.

Jangan lupa untuk memberikan deskripsi yang cukup lengkap tentang tokoh-tokoh yang sudah ditentukan, meskipun tidak perlu terlalu rinci. Gambaran karakter yang baik akan memberikan alur cerita yang lebih lancar dan menarik. Misalnya, Anda dapat menyertakan biografi singkat tokoh, masalah yang dihadapinya, pemilihan nama, dan lain sebagainya.

Setelah semua aspek tentang tokoh utama ditentukan, penulis dapat memberikan deskripsi fisik yang unik dan mengesankan, agar pembaca mempercayai bahwa karakter tersebut menarik dan masih masuk akal. Hal ini memberikan pembaca referensi ke dalam kehidupan nyata.

7. Buat Outline

Outline dalam novel adalah gambaran umum atau kerangka cerita yang lebih sederhana. Sebelum memulai menulis sebuah novel, penulis perlu menentukan outline atau kerangka tulisan terlebih dahulu. Dalam outline, penulis harus memetakan cerita berdasarkan unsur-unsurnya.

Outline ini sangat berguna ketika penulis mengalami kemacetan kreatif atau writer’s block. Dengan melihat kembali outline yang telah dibuat, penulis dapat dengan mudah mengarahkan kembali pikiran dan menentukan langkah selanjutnya dalam penulisan. Secara keseluruhan, pembuatan outline atau kerangka ini membantu penulis ketika kehilangan arah dalam menulis.

8. Mulai Menulis

Setelah menentukan berbagai aspek di atas, langkah selanjutnya dalam cara menulis novel adalah mulai menulis secara aktif. Saat memulai proses menulis novel, penulis sebaiknya fokus pada penulisan hingga selesai dan mengabaikan masalah penyuntingan. Penulis dapat memulai dengan menyusun cerita secara bebas dan bereksplorasi dengan gaya bercerita yang berubah dari waktu ke waktu.

Penulis juga diharapkan untuk tidak terlalu terikat pada rencana yang telah dibuat. Meskipun memiliki gambaran tentang alur cerita, genre, dan karakter, terkadang hal tersebut justru dapat membebani penulis. Adalah wajar jika beberapa penulis merasa overwhelmed ketika memasuki tahap ini dalam cara membuat novel.

Terlalu terikat pada rencana dapat menyebabkan kebosanan dan kebuntuan dalam proses menulis. Oleh karena itu, penulis sebaiknya menulis secara alami dengan tingkat kreativitas yang dimilikinya. Meskipun memiliki rencana, tidak perlu terlalu kaku dengan semua detail yang telah ditetapkan, karena hal tersebut dapat membatasi kreativitas.

9. Buat Setting Cerita

Salah satu cara menulis novel adalah menciptakan setting cerita. Setting cerita, yang meliputi waktu dan tempat di mana cerita berlangsung, memiliki peran yang krusial. Selain menjadi bagian dari unsur intrinsik novel, setting cerita juga mendukung perkembangan cerita yang ditulis oleh penulis.

Berikan gambaran yang menarik mengenai pengaturan cerita, sehingga pembaca dapat merasa seolah-olah mereka memahami dan merasakan apa yang dialami oleh tokoh dalam cerita tersebut, serta membayangkan situasi yang terjadi di dalamnya. Sebagai contoh, jelaskan waktu ketika cerita berlangsung, apakah malam hari, pagi hari, hari apa, tahun berapa, dan elemen lain yang relevan.

Lokasi cerita dapat bervariasi antara desa, kota, atau tempat yang ramai, dengan deskripsi yang memperhatikan suasana lingkungan, seperti apakah tempat itu ramai, sepi, hujan, panas, dan sejenisnya.

10. Buat Dialog yang Penuh Arti

Bagi seorang penulis, penting untuk menciptakan dialog-dialog yang bermakna. Dalam metode penulisan novel ini, penulis harus memiliki tujuan yang jelas sebelum menulis dialog. Dari tujuan tersebut, masalah dan solusinya dapat ditemukan. Dengan menggunakan dialog-dialog yang penuh makna, alur cerita dalam novel dapat menjadi jelas, menghindari kelengkungan yang tidak perlu dan tidak terlalu bertele-tele.

11. Buat Plot Besar

Selanjutnya, dalam metode penulisan plot, penting untuk memberikan gambaran yang ringkas tentang plot atau alur cerita secara keseluruhan. Sebuah novel akan menjadi menarik ketika plot atau alurnya mengalir dengan baik. Jika karakter-karakternya menarik namun plot atau alurnya lemah, cerita tersebut tidak akan memikat pembaca.

Untuk menciptakan cerita berdasarkan plot yang baik, seorang penulis harus merencanakan alur cerita dan menciptakan konflik atau masalah di dalamnya. Ketegangan yang terus meningkat dari masalah tersebut membawa konflik dalam cerita mencapai puncaknya, dan kemudian diselesaikan dengan cara yang berbeda, karena tidak semua novel harus memiliki akhir yang bahagia.

Tidaklah wajib bagi sebuah novel untuk selalu menyelesaikan konfliknya, selama plot atau alur ceritanya mengalir dengan lancar dan masuk akal. Jika pembaca menikmatinya, mereka dapat menyelesaikan konflik cerita sendiri dengan berspekulasi.

12. Klimaks pada Novel

“Meskipun tidak semua novel harus mengakhiri konfliknya, setiap novel harus memiliki klimaks cerita yang menarik. Penting untuk menulis novel dengan menciptakan klimaks ini karena klimaks menjadi titik penting dalam cerita yang paling dramatis.”

Klimaks biasanya terjadi ketika tokoh utama menyadari tindakan yang perlu diambil atau memahami apa yang seharusnya dilakukan, yang kemudian menciptakan ketegangan yang mengarah pada konflik akhir atau klimaks cerita.

13. Pilih Cover yang Menarik

Sebenarnya, penulis memiliki pilihan untuk menerapkan cara menulis novel dan membuat cover sendiri. Namun, jika penulis tidak memiliki kemampuan untuk membuat cover novel sendiri, mereka dapat memilih cover yang menarik untuk novel yang sedang ditulis. Pertama-tama, penulis perlu menentukan konten yang harus dimasukkan dalam cover novel tersebut.

Setelah itu, langkah berikutnya dalam cara menulis novel dengan memilih cover yang baik adalah memilih cover yang sesuai dengan genre atau tema yang diangkat. Penulis harus mampu merencanakan desain dan memilih warna yang sesuai dengan keinginan.

Selanjutnya, tambahkan gambar atau objek foto untuk meningkatkan daya tarik cover novel. Perhatikan pemilihan jenis huruf dan efek yang digunakan dalam cover novel agar elemen-elemen di dalamnya dapat tercakup dengan lengkap dan memiliki kesatuan yang utuh.

14. Pilih Penerbit yang Tepat

Terakhir, setelah memahami semua langkah dalam menulis novel dan menciptakan sebuah karya yang sempurna, penulis harus memilih penerbit buku yang cocok untuk melanjutkan proses penerbitan novel. Meskipun di Indonesia terdapat banyak penerbit yang dapat menerbitkan novel, tidak semua memiliki tingkat kredibilitas dan profesionalisme yang tinggi. Hal ini penting dilakukan agar Anda dapat mencapai kesuksesan dalam mengirimkan naskah novel dan menerbitkannya di masa yang akan datang.

Baca juga | Penerbit Buku Di Indonesia

Ciri-Ciri Novel

Cara Menulis Novel

Setelah kita mengetahui terkait cara menulis novel, pembahasan berikutnya adalah ciri-ciri novel.

1. Cerita Panjang

Salah satu ciri utama novel adalah panjang ceritanya. Novel umumnya memiliki alur cerita yang kompleks dan berkembang seiring dengan peningkatan halaman yang dibutuhkan. Penulis menggunakan waktu dan ruang yang luas untuk membangun latar belakang, memperkenalkan karakter, dan mengembangkan konflik. Cerita yang berlangsung dalam waktu yang lama memberikan kesempatan bagi penulis untuk menjelajahi dan mengeksplorasi tema, perubahan karakter, dan konflik yang rumit.

2. Pengembangan Karakter yang Mendalam

Novel juga dikenal karena pengembangan karakter yang mendalam. Penulis mengeksplorasi berbagai aspek kepribadian dan psikologi karakter mereka dengan rinci. Pembaca dapat memahami motivasi, keinginan, dan perubahan karakter seiring dengan perkembangan cerita. Penulis sering kali menggunakan dialog dan narasi untuk menggambarkan karakter dengan cara yang kompleks, membuat mereka terasa hidup dan nyata bagi pembaca.

3. Kekayaan Deskripsi dan Imajinasi

Ciri lain dari novel adalah kekayaan deskripsi dan imajinasi yang digunakan dalam penulisan. Penulis novel cenderung menghadirkan dunia yang kaya dengan detail yang mendalam, menjelaskan tempat, suasana, dan objek dengan cara yang memikat pembaca. Mereka menggunakan imajinasi mereka untuk membawa pembaca masuk ke dalam cerita, menciptakan gambaran visual yang kuat dalam pikiran pembaca.

4. Alur Cerita yang Beragam

Novel dapat memiliki berbagai macam jenis alur cerita. Beberapa novel mengikuti alur cerita linier dengan awal, pertengahan, dan akhir yang jelas, sementara yang lain mungkin menggunakan teknik naratif yang lebih eksperimental seperti alur maju-mundur atau non-linear. Kebebasan dalam memilih alur cerita memungkinkan penulis untuk menciptakan kejutan, ketegangan, dan perubahan yang menarik bagi pembaca.

5. Pesan atau Tema yang Dalam

Banyak novel memiliki pesan atau tema yang dalam di dalamnya. Penulis seringkali menggunakan cerita mereka sebagai sarana untuk menyampaikan pemikiran, pandangan, atau komentar tentang kehidupan, masyarakat, atau isu-isu sosial yang relevan. Pesan tersebut dapat diinterpretasikan oleh pembaca secara berbeda-beda dan memberikan ruang untuk refleksi dan pemahaman yang lebih dalam.

Struktur Novel

Setelah membahas mengenai cara menulis novel, berikutnya kami akan membahas mengenai struktur novel.

1. Pembukaan (Exposition)

Bagian pembukaan adalah awal dari sebuah novel, di mana latar belakang cerita, pengenalan tokoh-tokoh utama, serta penjabaran situasi dan konflik awal diperkenalkan kepada pembaca. Fungsi pembukaan adalah untuk menarik perhatian pembaca dan menggambarkan dunia di mana cerita berlangsung.

2. Puncak Konflik (Rising Action)

Bagian puncak konflik adalah bagian di mana konflik utama mulai berkembang dan meningkat. Tokoh-tokoh utama menghadapi rintangan dan tantangan yang memperumit situasi. Puncak konflik sering kali menciptakan ketegangan yang meningkat dan mempertajam minat pembaca.

3. Klimaks (Climax)

Klimaks adalah puncak kejadian dalam novel di mana konflik mencapai titik terang atau penyelesaian. Ini adalah momen yang paling menegangkan dan dramatis dalam cerita. Keputusan penting diambil, perubahan mendasar terjadi, dan konflik utama dipecahkan. Klimaks sering kali memiliki dampak emosional yang kuat pada pembaca.

4. Penyelesaian (Falling Action)

Bagian penyelesaian adalah setelah klimaks, di mana cerita mulai mereda dan masalah-masalah yang muncul selama puncak konflik mulai diatasi. Bagian ini membawa pembaca ke arah penyelesaian cerita dan menyelesaikan alur utama.

5. Denouement (Penguraian)

Denouement adalah bagian di mana semua benang cerita diikat dan detail akhir diungkapkan. Ini adalah tahap yang memberikan pemahaman lebih lanjut kepada pembaca tentang nasib tokoh-tokoh utama, akibat dari konflik, dan penyelesaian cerita. Denouement membawa cerita ke akhir dengan cara yang memuaskan bagi pembaca.

Kesimpulan

Demikianlah artikel yang bisa kami sampaikan terkait cara menulis novel, semoga dengan adanya artikel cara menulis novel bisa berguna dan bermanfaat bagi rekan-rekan semua. jika ada yang ditanyakan bisa berkomentar pada kolom komentar dibawah ini. Terimakasih!

Tinggalkan komentar

Previous
Next

Latest Blog