Hallo sobat greenbook pada kesempatan ini saya akan membahas tentang 10+ cara menerbitkan buku ber ISBN, seperti apa pembahasanya, yuk simak selengkapnya di bawah ini.
Sebelum masuk kedalam pembahasannya kamu perlu tahu dulu kenapa buku harus punya ISBN, yuk simak selengkapnya di bawah ini.
Daftar Isi
Toggle
Buku tanpa ISBN memang tetap bisa dibaca orang, tetapi penyebarannya terbatas.
Berbeda dengan buku yang sudah memiliki ISBN—buku kamu punya peluang untuk masuk ke toko buku online, perpustakaan, bahkan dipakai sebagai referensi penelitian.
Banyak instansi, guru, dosen, sampai pembaca umum akan lebih percaya dengan buku yang sudah punya ISBN.
Dengan ISBN, kamu juga lebih mudah memantau distribusi buku. Ketika orang mencari judulmu di internet, buku tersebut bisa muncul di database resmi.
Jadi, kalau kamu punya rencana jangka panjang untuk menjadi penulis profesional, ISBN ini wajib banget kamu urus.
Mau nerbitin buku tapi ga tau harus ke mana? Yuk kunjungi tempat menerbitkan buku yang tepat agar proses editing, layout, dan ISBN berjalan lebih mudah dan cepat.

Sebelum masuk ke tahap pengajuan, pastikan naskahmu sudah beres. Jangan terburu-buru mengurus ISBN kalau isi bukumu belum final.
Idealnya, kamu sudah melakukan editing dasar seperti mengecek typo, memperbaiki alur tulisan, memperbaiki kerapian paragraf, dan memastikan seluruh bab sudah runtut.
Banyak penulis pemula melewatkan bagian ini, padahal kualitas naskah menentukan kesan pertama pembaca.
Kalau kamu merasa belum yakin dengan kemampuan editing sendiri, kamu bisa pakai jasa editor atau minta bantuan teman yang lebih paham. Yang penting, naskahmu sudah layak baca sebelum masuk proses penerbitan.
Untuk Anda yang sedang mencari perusahaan untuk pengadaan buku, Anda bisa konsultasikan dibawah ini!

Cover bukan sekadar gambar—tapi wajah buku kamu. Pembaca pertama kali menilai buku dari covernya, bukan isinya.
Jadi, pastikan covermu punya visual yang menggambarkan isi buku. Pilih warna yang nyaman dilihat, font yang jelas, dan komposisi yang seimbang.
Kalau kamu kurang percaya diri soal desain, jangan khawatir. Banyak penerbit dan platform self-publishing menyediakan layanan desain cover profesional.
Kamu tinggal sampaikan konsep, nanti desainer yang akan bantu mewujudkan visual terbaik untuk bukumu.

Setelah cover siap, kamu perlu memastikan isi bukumu nyaman dibaca. Layout ini mencakup pengaturan margin, pemilihan ukuran huruf, penempatan judul bab, penomoran halaman, dan jarak antar paragraf.
Jika layout-nya berantakan, buku bakal terlihat kurang profesional meskipun isi tulisannya bagus.
Layout yang rapi bikin pembaca betah, dan penerbit juga lebih mudah memproses ISBN. Hampir semua penerbit indie menyediakan layanan layout, jadi kamu bisa memilih opsi yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.
Untuk Anda yang sedang mencari perusahaan untuk pengadaan buku, Anda bisa konsultasikan dibawah ini!

Setiap genre punya ukuran buku favorit. Misalnya, novel sering menggunakan ukuran A5, sedangkan buku motivasi biasanya memakai ukuran 14×20 cm.
Jenis kertas juga penting karena mempengaruhi kenyamanan membaca. Kertas bookpaper cocok untuk buku cerita, sedangkan HVS sering dipakai untuk buku pembelajaran.
Kamu tinggal pilih format yang kamu suka, lalu sesuaikan dengan rekomendasi penerbit tempat kamu ingin menerbitkan buku.

Di bagian ini, kita masuk ke langkah-langkah utama yang perlu kamu ikuti supaya bukumu bisa terbit secara resmi dan punya identitas ISBN.
Walaupun terlihat panjang, sebenarnya proses ini jauh lebih cepat kalau kamu dibantu penerbit. Kamu tinggal serahkan data dan naskah, sisanya penerbit yang urus.
Untuk Anda yang sedang mencari perusahaan untuk pengadaan buku, Anda bisa konsultasikan dibawah ini!

Kalau kamu mau urus sendiri, kamu harus daftar di website isbn.perpusnas.go.id. Di sana kamu harus membuat akun penerbit, bukan akun penulis.
Artinya, kamu harus mendaftar imprint atau brand penerbit milikmu sendiri. Setelah itu kamu harus mengisi data buku, mengunggah file pendukung, dan menunggu proses verifikasi.
Banyak penulis memilih jalur penerbit indie karena prosesnya jauh lebih cepat dan tidak ribet. Kamu tinggal fokus pada isi buku, sedangkan urusan administrasi ISBN dikerjakan penerbit.

Setelah kamu menerima nomor ISBN dan file barcode-nya, langkah selanjutnya adalah memasang ISBN tersebut pada cover bagian belakang.
Selain itu, ISBN juga harus diletakkan di halaman verso atau halaman balik judul. Tujuannya untuk memastikan buku kamu lolos standar resmi penerbitan.
Setelah itu, barulah kamu bisa lanjut ke proses cetak. Kamu bisa cetak beberapa eksemplar dulu untuk keperluan proofreading atau langsung cetak banyak kalau kamu merasa bukumu sudah siap dipasarkan.
Untuk Anda yang sedang mencari perusahaan untuk pengadaan buku, Anda bisa konsultasikan dibawah ini!

Bagian ini yang biasanya bikin penulis semangat. Setelah buku kamu jadi dan resmi punya ISBN, kamu bisa mendistribusikannya ke berbagai tempat.
Penerbit indie biasanya membantu memasukkan buku kamu ke marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan platform e-book seperti Google Play Book atau Gramedia Digital. Semakin luas distribusinya, semakin besar peluang bukumu dibeli banyak orang.
Untuk Anda yang sedang mencari perusahaan untuk pengadaan buku, Anda bisa konsultasikan dibawah ini!
Mengurus ISBN ternyata nggak sesulit yang terlihat. Selama kamu mengikuti 10+ Cara Menerbitkan Buku Ber ISBN di atas, prosesnya bisa berjalan mulus dari awal sampai buku siap terbit.
Yang penting, kamu mempersiapkan naskah dengan baik, memilih penerbit yang tepat, dan memahami alur dasar penerbitan.
Dengan adanya ISBN, buku kamu akan terlihat lebih profesional dan punya identitas resmi. Jadi, jangan ragu untuk memulai proses penerbitan sekarang.
Buku yang kamu tulis pantas banget dibaca lebih banyak orang. Semangat menerbitkan karya terbaikmu!
Share this: